Jumat, 19 September 2025

TUGAS MANDIRI MODUL 2 PEDAGOGIK PPG DALJAB 2025

 

 

TUGAS MANDIRI MODUL 2

(PEDAGOGIK)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

Di Susun Oleh :

 

Nama                 : Suparman, S.Pd

Asal Sekolah      : SDN Cinanas 03

Nomor Akun      : 332967001553

 

 

 

 

 

LPTK

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)

K.H. ABDURRAHMAN WAHID PEKALONGAN

PPG PAI BATCH 2

2025


 

1.   Peta konsep atau Gagasan apa saja yang anda temukan dari Topik 1 s.d. Topik 8. Sebutkan kurang lebih 5 gagasan dan mohon dijelaskan dalam satu dua alinea.

2.   Materi/konsep apa saja dalam topik tersebut yang menurut anda menimbulkan miskonsepsi/salah mengerti dari Topik 1 s.d. Topik 8

1.  

Peta konsep atau gagasan apa saja yang Anda temukan dari Topik 1 sd. Topik 8. Sebutkan kurang lebih 5 minimal gagasan dan mohon dijelaskan dalam satu dua alinea.

A.     Pembelajaran Berpusat pada Peserta Didik

Pendekatan pembelajaran seperti Problem-Based Learning (PBL), Project-Based Learning (PJBL), dan Design-Based Learning (DBL) menempatkan peserta didik sebagai subjek utama dalam proses belajar. Fokus utama terletak pada kebutuhan, karakteristik, serta pengalaman belajar yang disesuaikan dengan kemampuan individu.

Peserta didik didorong untuk terlibat aktif dalam eksplorasi pengetahuan, pemecahan masalah kontekstual, dan pengalaman belajar yang bermakna. Peran guru bergeser dari sumber pengetahuan utama menjadi fasilitator yang menciptakan lingkungan belajar fleksibel, inklusif, dan mendukung berbagai gaya belajar, termasuk bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

 

B.      Integrasi Materi, Teknologi, dan Pedagogi (TPACK)

Kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) menekankan sinergi antara tiga komponen esensial: konten materi, strategi pedagogis, dan pemanfaatan teknologi. Penguasaan materi saja tidak cukup; guru harus mampu merancang metode pengajaran yang efektif sekaligus mengintegrasikan teknologi secara relevan.

Di era digital dan kecerdasan artifisial (AI), integrasi ini menjadi kunci dalam menciptakan pembelajaran yang adaptif, interaktif, dan sesuai dengan konteks perkembangan zaman.

 

C.      Pendekatan Pembelajaran Bermakna dan Menyenangkan (Deep Learning)

Deep learning dalam pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian kognitif, tetapi juga melibatkan aspek emosional dan kesadaran peserta didik (mindful, meaningful, joyful). Pembelajaran yang menyentuh dimensi afektif dan sosial cenderung meninggalkan kesan mendalam, memperkuat pemahaman, serta membentuk karakter positif.

Pendekatan ini relevan dengan pengembangan nilai-nilai moral dan kesiapan peserta didik dalam menghadapi tantangan global, sekaligus menjadikan proses belajar lebih berkelanjutan dan berdampak jangka panjang.

 

D.     Peran Guru sebagai Konselor, Fasilitator, dan Supervisor

Layanan bimbingan konseling dan supervisi klinis menuntut guru profesional tidak hanya fokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga berperan aktif dalam membina, membimbing, dan mendampingi perkembangan peserta didik serta rekan sejawat. Pendekatan ini memerlukan kompetensi komunikasi efektif, empati, dan kemampuan refleksi diri untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung.

 

E.      Transformasi Guru di Era Digital dan AI

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), mengharuskan guru melakukan transformasi peran. Meskipun teknologi semakin canggih, posisi guru tetap tidak tergantikan. Namun, guru perlu beradaptasi dengan memanfaatkan AI sebagai alat pendukung pembelajaran, seperti menganalisis kebutuhan siswa dan mengembangkan pembelajaran personalisasi.

2.   Materi/Konsep apa saja dalam topik tersebut yang menurut anda menimbulkan miskonsepsi/salah mengerti dari topik 1 sd. topik 8

A.      Problem Based Learning (PBL) vs. Project Based Learning (PJBL)

Terdapat anggapan bahwa PBL dan PJBL merupakan metode yang sama. Padahal, keduanya memiliki fokus berbeda. PBL berorientasi pada penyelesaian masalah terbuka melalui pertanyaan kritis, sedangkan PJBL menekankan pada produk akhir dan proses pengerjaan proyek. Kesalahan pemahaman ini berpotensi menyebabkan perencanaan pembelajaran yang tidak sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

 

B.      Differentiation Based Learning (DBL)

Pembelajaran berdiferensiasi sering disalahartikan sebagai pembuatan banyak rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) atau pemberian perlakuan berbeda secara terus-menerus kepada setiap siswa. Padahal, esensi DBL terletak pada pemberian pilihan dan fleksibilitas sesuai kebutuhan belajar siswa, bukan merancang pembelajaran yang sepenuhnya berbeda. Guru cukup mengelola variasi dalam konten, proses, produk, dan lingkungan belajar secara strategis.

 

C.      Pendekatan TPACK

Banyak yang mengira TPACK sekadar penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Sebenarnya, TPACK merupakan kerangka integratif yang menekankan sinergi antara pengetahuan konten (materi), pedagogik (cara mengajar), dan teknologi. Kesalahpahaman ini menyebabkan guru hanya fokus pada alat digital tanpa mempertimbangkan bagaimana teknologi tersebut mendukung pemahaman siswa terhadap materi.

 

D.      Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful)

Joyful learning sering diartikan sebagai belajar sambil bermain tanpa arah atau target yang jelas.

Padahal, joyful learning harus dirancang secara bermakna (meaningful), penuh kesadaran (mindful), dan bertujuan untuk mencapai pemahaman mendalam. Tanpa pemahaman yang utuh, pembelajaran bisa menjadi menyenangkan namun minim substansi.

 

E.      Supervisi Klinis dalam Bimbingan Konseling

Supervisi klinis kerap dianggap sekadar penilaian kinerja guru. Padahal, supervisi klinis merupakan pendekatan pembinaan profesional yang berfokus pada dialog reflektif antara supervisor dan guru dengan pendekatan suportif, bukan menghakimi. Miskonsepsi ini dapat menimbulkan ketakutan atau penolakan terhadap proses supervisi.

F.       Pendidikan Inklusi untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

Pendidikan inklusi kadang disalahpahami sebagai kewajiban guru untuk "menyembuhkan" atau "menyamakan" ABK dengan siswa umum. Padahal, inklusi bertujuan memberikan akses, dukungan, dan penerimaan sesuai kemampuan dan kebutuhan masing-masing anak, bukan menyamaratakan hasil belajar.

G.      Gaya Belajar Generasi Z dan Alpha

Generasi Z dan Alpha sering dianggap hanya menyukai teknologi tetapi tidak bisa fokus. Sebenarnya, generasi ini memiliki potensi besar jika difasilitasi dengan pendekatan visual, kolaboratif, dan berbasis digital yang tepat. Kesalahpahaman ini menyebabkan guru cenderung membatasi atau menyalahkan siswa ketika metode pembelajaran konvensional tidak efektif. Pemahaman yang tepat terhadap konsep-konsep tersebut penting untuk menghindari kesalahan dalam praktik pembelajaran. Pendidik perlu terus memperbarui pengetahuan dan menyesuaikan pendekatan sesuai dengan perkembangan teori dan kebutuhan siswa.

Bantarkawung, 19 September 2025

Suparman, S.Pd

TUGAS REFLEKSI MODUL 2 PEDAGOGIK PPG DALJAB 2025

TUGAS MANDIRI PPG DALJAB 2025

 

Kamis, 16 November 2023

RENCANA TINDAK LANJUT PI 3 PGP A9 KAB. BREBES

 

R T L

RENCANA TINDAK LANJUT

PENDAMPINGAN INDIVIDU 3

PGP ANGKATAN 9 KABUPATEN BEBES

 

 

 

 

 

PENGAJAR PRAKTIK

SUPARMAN, S.Pd

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

CALON GURU PENGGERAK:

 

AMALIA MEGA HARDIYANTI

KHUSSHOTUL FADILAH

SITI MARYAM

SOLAHUDIN

WAN SULISTYA PUTRA

 

 

 

 

 

 

BALAI BESAR GURU PENGGERAK

PROVINSI JAWA TENGAH

KEMENTRIAN PENDIDIKAN KEBUDAYAAN RISET DAN TEKNOLOGI

 

RENCANA TINDAK LANJUT

PELAKSANAAN PENDAMPINGAN INDIVIDU 3

 

Nama Pendamping                             : Suparman, S.Pd

Tanggal Pelaksanaan                         : 9-17 November 2023

 

Pendampingan individu 3 CGP merefleksikan asesmen mandiri,  lembar umpan balik kepala sekolah,rekan sejawat dan murid serta Pengajar Praktik memeastikan CGP sudah menggungganhnya di LMS  untuk menilai seberapa jauh CGP menerapakan materi yang sudah di pelajarinya dan sebagai evaluasi diri CGP dalam melaksanakan pembelajaran yang berpihak kepada murid, yang sesuai dengan tema pendampingannya yaitu Implementasi pembelajaran yang berpihak kepada murid.  Pada pendampingan ini CGP memaparkan pemahamannya terkait dengan  kegiatan yang dilakukan dalam satu bulan yang lalu dan mengimplementasikannya atau menerapkan pemahamannya dalam pembelajaran di kelas, lingkungan belajar yang berpihak kepada murid serta memberikan refleksi hasil pembelajarannya. PP menggali hasil analisis dan refleksi dai umpan balik 360° dan asesmen mandiri tentang kompetensi guru penggerak. PP memberikan beberapa pertanyaan lanjutan kepada CGP Berdasarkan hasil umpan balik 360°, kompetensi apa yang harus di tingkatkan, rencana tindak lajut untuk semakinmengasah kompetensi guru penggerak dan siapa saja yang dilibatkan untuk meningkatkan kompetensi guru penggerak.

Selain itu PP memberikan penguatan tentang rencana tindak lanjut dari lokakarya 2 serta menggali informasi terkait dengan  table BAGJA sebagai tindak lanjut dari terwujudnya visi dan misi guru penggerak dan merefleksikan bagaimana dukungan dari stik holder yang ada di sekolah, tantangan dan strategi untuk mewujudkan visi misi guru penggerak tersebut, dan memberika pertanyaan pemantik kepada CGP apakah sudah menerapakan metode BAGJA, apa tantangannya dan menanyakan apa yang perlu dtitingkatkan kedepan terkait dengan pelaksanaan table BAGJA.

Sebagai bahan tindak lanjut dari pendampingan individu 3 ini PP menginformasikan terkait persiapan pendampingan individu 4 yaitu CGP menyususn RPP dengan unsur diferensiasi, kompetensi sosial emosional dan budaya positif serta membuat kesepakatan  keterlaksanaan onservasi Pembelajaran Bersama CGP yang dilaksanakan minimal 2 jam pembelajaran.

Bagian akhir Pengajar Praktik memberikan apresiasi dan dukungan kepada CGP agar selalu meningkatkan kompetensi guru penggerak sebagai bahan mewujudkan profil pelajar Pancasila yang belajar sepanjanag hayat dengan mengimplementasikan hasil pembelajarannya lewat daring maupun luring sehingga akan terwujud insan kamil yang selalu Bahagia dan bermanfaat bagi manusia seluruhnya.

 

 

                                                                                                             Brebes, 16 November  2023

                                                                                                                   Pengajar Paraktik

 

 

                                                                                                                   Suparman, S.Pd




 

Minggu, 17 September 2023

Catatan Hasil Lokakarya 1 PGP A9 Kab. Brebes

 


1.                        1. Peserta

 

No

Nama PP

Nama CGP

Instansi

1

Suparman

 

SD Negeri Cinanas 03

Amalia Mega Hardiyanti

SMAN 2 Brebes

Khusshotul Fadilah

SDN Taraban 05

Siti Maryam

TK Mutiara Bunda

Solahudin

SDN Kedungoleng 05

Wan Sulistya Putra

SDN Pagojengan 01

2

Herowati

 

SDN Dukuhturi 03

Slamet Nuridin

SMPN 1 Bumiayu

Rifki Mubarok

SDN Langkap 01

Nuri Khotimah

SDN Kaliwadas 01

Kurniasih

TK Aisyah Bustanul Atfal

Fembriyani Indah Inkasari

SDN Laren 01

3

Sofandy Hardiman

 

SD Negeri Kalikamal

Zara Zetra Bundy Yuliawati

SMPN 5 Brebes

Mulyana

TK Pertiwi Randusanga

Jalaludin

SDN Cikadang 01

Hendrik Setiawan

SDN Pulosari 02

Hartono

SMPN 1 Brebes

 

2.                       2. Aktifitas pembelajaran

·       Kepemimpinan dalam diri

·       Diskusi komunitas praktisi

·       Komunitas praktisi sekelilingku (mengidentifikasi dan memetakan komunitas praktisi)

·       Peran guru penggerak dalam menggerakan komunitas praktisi

·       Menggerakan komunitas praktisi.

 

                  3. Produk yang di hasilkan

Ø  Plano Kesepakatan kelas

Ø  Plano Nilai, peran dan kompetensi guru penggerak

Ø  Plano / tempelan pos it tentang tantangan satu bulan terakhir

Ø  Pos komunitas praktisi

 

4.                           4.  Ketercapaian tujuan belajar

ü  CGP mampu mengembangkan kompetens pembelajaran ddalam menggerakkan ekosistem pendidikan.

ü  CGP melakukan memetakan komunitas praktisi yang sudah ada dan mengoptimalkan dalam perannya sebagai guru penggerak

ü  CGP mampu menjelaskan pengertian dari komunitas praktisi.

 

5.                              5. Kesimpulan dan Reflksi kegiatan

                Dari kegiatan lokakarya 1 ini saya dapat menyimpulkan dan merefleksikan dengan                   kata “SILATURAHMI

    Ø  SI - siap membuat rencana tindak lanjut dari lokakarya 1

    Ø  LA- Lanjutkan untuk merintis menumbuhkan dan merawat komunitas praktisi sebagaai ajang pengembangan kompetensi guru penggerak

    Ø  TU- Tujuan kita sebagai guru penggerak adalah untuk merubah Transformasi Pendidikan sesuai Filosopi pemikiran Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara.

    Ø  RAH- Rahmat Tuhan Yang Maha Esa akan selalu mengiringi langkah guru penggerak yang selalu merintis menumbuhkan dan merawat komunitas praktisi dan memfasilitasi murid sesuai dengan….

    Ø  MI- Minat, bakat dan potensi yang ada dalam diri murid.

 

 

 

Brebes, 16 September 2023

Pengajar Praktik

 

Suparman, S.Pd








WARGA PATUNGAN UNTUK MEMBANGUN JALAN YANG TAK KUNJUNG DI PERBAIKI.

 Swadaya Masyarakat Bangun Jalan Desa Cinanas, Pemerintah Dinanti Tak Kunjung Turun Tangan Brebes – Warga Dukuh Karang Sengon, Desa Cinanas,...