Senin, 10 April 2023

Refleksi Hari ke 11 CPP Angkatan 9 2023

1. Ceritakan keterkaitan materi yang sudah Anda pelajari dengan peran Anda.?

            Sebelumya saya belajar bagaimana bisa memahami cara atau Teknik fasilitasi yang sesuai dengan arahan instruktur memahami, menyimak mendengarkan dan sekaligus mempraktikkan dan materi ini sangat erat sekali dengan pembelajaran modul selanjutnya yaitu praktik coaching yang dimana seorang fasilitator harus mampu membimbing Fasilnya agar bisa memahami dan bisa                merefleksikan apa yang masih kurang dan mana yang sudah berjalan, mereka bisa menyelesaikan        permasalahannya sendiri dengan memanfaatkan potensi yang ada dalam diri mereka dengan di                 bantu diberikan pertanyaan pertanyaan yang berbobot

2. Adakah ide, materi atau pendapat dari narasumber yang berbeda dari praktik yang Anda jalankan selama ini?

Ada, tentunya ada sedikit yang berbeda dalam penerapannya antara saya dan narasumber. Tapi tidak menutup kemungkinan hal yang berbeda itu justru akan bisa memaksimalkan pembelajaran saya dalam mengembangkan potensi diri saya, saya faham bahwa setiap pembelajaran kegiatan pasti banyak ujian yang akan menerpa, berbeda pendapat, berbeda praktik baik, justru semakin saya mengerti akan perbedaan maka semakin mendorong saya selalu tetap semangat dalam mengikuti program ini.

3. Ceritakan konsep-konsep utama yang Anda pelajari dan menurut Anda penting untuk terus dibawa selama menjakankan peran Anda?

Konsep konsep utama yang paling saya penting untuk terus di kembangkan adalah pengembangan diri saya bagaimana saya bisa mengembnagkan diri saya secara keseluruhan, menimba ilmu sebanyak mungkin untuk bisa memahami kekuranagn saya dan kelemahan saya, mencari dan momodivikasi program yang mungkin berbeda dengan instansi say dan kemudian menerapkan pada sekolah saya,  menerapkan pembelajaran yang menyenangkan, memberikan hak mereka sebagai anak-anak yang kodrat mereka adalah bermain, maka dengan demikian pembelajaran akan selalu berpiahk kepada murid. Pepatah jawa mengatakan, Sangu Teken, Asal Tekun, Pasti Tekan

4. Ceritakan sebuah perubahan dalam diri Anda yang ingin Anda lakukan setelah pembelajaran pada hari ini?

Perubahan yang ada dalam diri saya ialah saya ingin mengembangkan kompetensi saya sebagai guru dan sebagai coach untuk bisa merubah pemikiran mereka yang masih kurang optimis ketika mengalami permasalahan bagaimana mereka bisa memanfaatkan potensi yang ada dalam diri mereka dengan sendirinya dan bisa memberikan kepada Bangs aini yang terbaik dari segi Pendidikan.

Bantarkawung

Suparman

10 April 2023



         

    

Sabtu, 08 April 2023

Refleksi Hari ke 10_CPP A 9

 

Your response

 Respondent: SUPARMAN  Submitted on: Saturday, 8 April 2023, 4:54 PM

Refleksi Hari ke 10

Silahkan tuangkan jawaban Anda pada kolom jawaban yang disediakan!
Question #1

1

Response is required
Response is required

Pengalaman saya megikuti pembekalan pada hari ini seru sekali, senang, semangat mengikuti pembekalan di hari yang ke 10 ini, semakin mengerti dan memahami dalam pembekalan CPP Angkatan 4 ini.

Question #2

2

Response is required
Response is required
Perasaan saya sangat senang, bahagia campur aduk,,,ada juga resah , takut pokoknya campur-campur deh.karena kebetulan jadwal hari ini bertabrakan dengan jadwal lain.
Question #3

3

Response is required
Response is required

hal yang positif yang terjadi pada hari ini banyak diantaranya saya dapat pembekalan pada sesi pertama gmeet bersama beliau Bpk Instruktur, memahamai konsep dasar, sikap dasar sebagai fasilitator dan perannya dalam mendampingi CGP dalam Lokakarya maupun Pi. serta berbagi praktik positif dalam ruangan gmeet bersama teman CPP. kebetulan hari ini saya bersama teman CPP yang lain membuat tugas individu yaitu praktek fasilitasi dengan tema yang sudah di tentukan oleh insttruktur, sedikit lama dan bingung inilah yang tadi saya katakan perasaan campur baur, karena cuma di kasih tema lokakarya 0-7 dan di beri arahan seperti yang telah di presentasikan oleh beliau bpk intrukstur di gmeet. 

Question #4

4

Response is required
Response is required

Hal yang sedikit menghambat dalam pembelajaran ini adalah kebetulan pada hari ini juga saya ada pengisian Pembuatan SKCK bersama teman-teman Guru yang lain dan waktunya sama persis dengan pembekalan pada hari ini, namun tidak begitu menhambat kegiatan pembekalan pada hari ini yang terpenting bisa membagi waktu dan mempergunakan waktu secara bijak insha allah akan bisa di maklumi.

Question #5

5

Response is required
Response is required

setelah mengikuti pembekalan pada hari ini saya bisa menyimpulkan bahwa sekecil apapun programnya dan apalagi program yang begitu besar kalau tidak di sertai dengan pengembangan diri tentunya tidak akan bisa terwujud, ini yang terjadi pada diri saya mulai dari perasaan yang campur baur, senang, sedih karena ada jadwal yang kebtulan bersamaan dengan jadwal gmeet belum lagi tugas yang akan di simulasikan bersama CPP dalam ruang gmeet belum selesai. Dalam hati saya terbesit saya harus bisa, saya pasti bisa melewati semua ini, dengan apa,,dengan mengatur waktu sedemikian rupa, dan sedikit ide membuat Sled presentase, dan,,,,alhamdulillah akhirnya bisa.

Question #6

6

Response is required
Response is required

Kesimpulan pada pembekalan pada hari ini adalah saya bisa mendapat ilmu baru, mengetahui konsep dasar fasilitator, sikap dasar, perannya dan sekaligus merasakan bagaimana rasanya menjadi fsilitaor lewat praktek di dalam gmeet tadi hasilnya lumayan memicu diri saya dalam mengembangkan potensi diri saya, mengembangkan ide ide yang mucul agar bisa mendampingi CGP di Angkatan 9 ini.  


Bantarkawung, 2023

Mulai Dari Diri_Coaching_CPP ANGKATAN 9

 

Mulai Dari Diri_Coaching

  1. Anda ingin menjadi Pengajar Praktik yang seperti apa?Saya ingin memberikan manfaat bagi diri saya sendiri danorang lain dengan demikian maka saya akan mampu mendampingi CGP di angkatan saya. 
  2. Anda ingin mendampingi CGP agar mereka menjadi GP yang seperti apa? Saya berharap CGP yang saya dampingi menjadi diri mereka sendiri yang bisa menentukan cara belajarnya sendiri, bisa mengatasi permasalahannya senidiri dengan menggali potensi yang ada dalam diri mereka, sehingga CGP mampu memnerikan pembelajaran yang berpihak kepada murid, menyenangkan, kelas yang aktif dan bisa mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.
  3. Apakah Anda memiliki pengalaman mendampingi/mengembangkan seseorang secara individual di mana orang yang didampingi/ dikembangkan tersebut dinilai  berhasil?ada sedikit pengalaman,,ya saya hanya membantu teman dalam mendampingi untuk mengikuti Seleksi CGP anggkatan 8 dan 9, yang allamdulillah ada beberapa teman yang sudah di nyatakan lolos di seleksi angkatan 8 ini. tinggal menunggu di seleksi angkatan 9. selain itu saya juga membimbing anak dalam perlombaan MTQ dan alhamdulillah bisa memberikan peringkat pertama di tingkat Kecamatan sehingga berhak melaju ke tingkat Kabupaten , namun nasib berkehendak beda, di tingkat ini hanya finis di urutan ke 5 besar. ada juga pengalaman di masyarakat mendampingi salah satu warga dalam mengembangkan potensinya dalam membaca Al-quran , alhamdulillah dari awal sampai saat ini sudah bisa membaca walaupun memang belum maksimal dalam menbaca sesuai kaidah ilmunya. 
  4. Apa saja yang membuat itu menjadi berhasil?yang membuat berhasil dan bisa sampai saat ini adalah usha ikhtiar mereka dalam mengidentifikasi potensi dalam diri mereka dan mempunyai niat yang tulus serta di dukung dengan nilai pengembangan diri mereka yang lebih utama. selain itu kolaborasi saling mengisi saling peduli dan juga saling mengisi berbgai praktk baik itu juga yang menentukan mereka berhasil sehingga menjadi kan mereka abngga dengan apa yang telah dicapainya.


        Bantarkawung, 



Kamis, 06 April 2023

Prakasa Perubahan_Tabel BAGJA_CPP A 9

 


PRAKASA PERUBAHAN

Meingkatkan minat murid dalam memanfaatkan teknologi chromebook

A = Awal / Aset 

1. Sekolah mempunyai sarana prasarana yang memadai salah satunya 14 chromebook yang bisa di gunakan.
2. Tenaga Pendidik yang mampu mengoperasikan Chromebook
3. Minat Murid 

T = Tantangan

1. Jaringan Internet yang terkadang kurang stabil
2. Faktor internal Guru atau tenaga Pendidik
3. Murid kurang semangat 

A=Aksi

  1. Menyusun rencana
  2. minta izin Kepala Sekolah
  3. Sosialisasi dengan murid rekan guru dan wali murid
  4. Pelaksanaan pembelajaran aplikasi Canva
  5. Googling
  6. Dokumentasi
  7. Evaluasi kegiatan sebagai bahan tindak lanjut.

P = Pelajaran / Perubahan

  1. Murid menjadi kreatif
  2. Terwujudnya kolaborasi
  3. Pembelajaran yang menyenangkan
  4. Melatih kedisiplinan murid
  5. Menambah wawasan murid


Refleksi Hari ke 9 Pembekalan CPP Angkatan 9

 Refleksi Hari ke 9 


1. Saya selalu menyimak apa yang disampaikan oleh beliau bpk instruktur mendengarakan, mengamati dan menentukan tujuan dari apa yang telah saya fahami di pembekalan CPP angkatan 9 ini.

2. Saya merasa sangat senang sekali bisa bergabung dengan bapk instruktur di gmeet menjadi teman tatap maya mudah mudahan bisa menjadi kenyataan. Bisa berbagi praktik baik tentunya dengan bpk ibu CPP yang lain saling berkolaborasi untuk menentukan tujuan yang berdaya guna.

3. Namun semua itu ada perasaan sedih pula yang menghampiri saya, saya sudah dua hari ini sakit, badan terasa pegal-pegal, kepala pusing, tenaga yang kurang optimal, namun saya selalu husnudhon semua jalan menuju roma itu tidak ada yang mudah, semua pasti menemukan hambatan atau rintangan. mungkin dengan adanya ujian ini menjadikan saya selalu optimis akan kemenangan yang sejati.

4. Semangat,,kalau boleh saya katakan ini semangat juang 45, di sisi lain saya terbaring lemah saya selalu mengikuti gmeet ini, membuktikan bahwa saya percaya dengan adanya usaha atau ikhtiar kita setidaknya kita sudah bisa memerdekakan diri kita untuk menuju pengembangan diri.


Bantarkawung

6 April 2023

Suparman,S.Pd

CPP A 9

Kamis, 13 Oktober 2022

Profil Pelajar Pancasila

 PROFIL PELAJAR PANCASILA 

Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak, pada modul sebelumnya kita sudah mempelajari mengenai filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara. Pemikiran filosofis Ki Hadjar Dewantara dinilai masih relevan untuk diterapkan pada dunia pendidikan saat ini. Ki Hadjar Dewantara menegaskan bahwa tujuan dari pendidikan adalah menuntun segala kodrat yang ada pada anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggitingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Ki Hadjar Dewantara juga mengemukakan bahwa dalam proses menuntun, anak perlu diberikan kebebasan dalam belajar serta berpikir, dituntun oleh para pendidik agar anak tidak kehilangan arah serta membahayakan dirinya. Semangat agar anak bisa bebas belajar, berpikir, agar dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan berdasarkan kesusilaan manusia ini yang akhirnya menjadi tema besar kebijakan pendidikan Indonesia saat ini, Merdeka Belajar. Semangat Merdeka Belajar yang sedang dicanangkan ini juga memperkuat tujuan pendidikan nasional yang telah dinyatakan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3, dimana Pendidikan diselenggarakan agar setiap individu dapat menjadi manusia yang “beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Kedua semangat ini yang kemudian memunculkan sebuah pedoman, sebuah penunjuk arah yang konsisten, dalam pendidikan di Indonesia. Pedoman tersebut adalah Profil Pelajar Pancasila (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2020) Profil Pelajar Pancasila ini dicetuskan sebagai pedoman untuk pendidikan Indonesia. Tidak hanya untuk kebijakan pendidikan di tingkat nasional saja, akan tetapi diharapkan juga menjadi pegangan untuk para pendidik, dalam membangun karakter anak di ruang belajar yang lebih kecil. Pelajar Pancasila disini berarti pelajar sepanjang hayat yang kompeten dan memiliki karakter sesuai nilai-nilai Pancasila. Pelajar yang memiliki profil ini adalah pelajar yang terbangun utuh keenam dimensi pembentuknya. Dimensi ini adalah: 

1) Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia; 

2) Mandiri; 

3) Bergotong-royong; 

4) Berkebinekaan global; 

5) Bernalar kritis; 

6) Kreatif. Keenam dimensi ini perlu dilihat sebagai satu buah kesatuan yang tidak terpisahkan. 

Apabila satu dimensi ditiadakan, maka profil ini akan menjadi tidak bermakna. Sebagai contoh: ketika seorang pelajar perlu mengeluarkan ide yang baru dan orisinil untuk memecahkan masalah, diperlukan juga kemampuan bernalar kritis untuk melihat permasalahan yang ada. Solusi yang dihasilkan juga perlu mempertimbangkan akhlak kepada makhluk hidup lain yang dapat dimunculkan dari dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Dalam mewujudkan solusinya, ia pun perlu melibatkan orang lain dengan tetap menghargai keragaman latar belakang yang dimiliki (dimensi Gotong Royong dan Berkebinekaan Global). Untuk lebih jelasnya, berikut adalah sekilas penjelasan mengenai Profil Pelajar Pancasila ini. 

1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia. Murid dengan dimensi profil ini berarti murid tersebut mengamalkan nilai-nilai agama dan kepercayaannya sebagai bentuk religiusitasnya, percaya dan menghayati keberadaan Tuhan serta memperdalam ajaran agamanya yang tercermin dalam perilakunya sehari-hari sebagai bentuk penerapan pemahaman terhadap ajaran agamanya. Dalam usahanya memperkuat iman dan ketakwaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa, murid dengan profil ini juga menghargai segala bentuk ciptaan Nya, baik itu alam tempat ia tinggal, manusia lain, dan yang juga tidak boleh dilupakan, dirinya sendiri. Dengan menghargai hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa, dirinya sendiri, orang lain, serta alam, maka seorang murid dapat memenuhi dimensi ini. Berikut beberapa elemen dan sub elemen dari dimensi Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. 

● Akhlak Beragama. Dalam elemen ini berarti seorang murid mampu ataupun memiliki: - Mengenal dan mencintai Tuhan Yang Maha Esa - Pemahaman agama/kepercayaan - Pelaksanaan ajaran agama/kepercayaan 

● Akhlak Pribadi. Dalam elemen ini berarti seorang murid mampu menunjukkan ataupun memiliki: - Integritas (sebagai bentuk penghormatan terhadap diri sendiri dalam relasi dengan orang lain) - Merawat diri secara fisik, mental, dan spiritual 

● Akhlak kepada manusia Dalam elemen ini berarti seorang murid mampu menunjukkan: - Mengutamakan persamaan dengan orang lain dan menghargai perbedaan - Berempati kepada orang lain

 ● Akhlak kepada Alam Dalam elemen ini berarti seorang murid mampu menunjukkan: - Menjaga lingkungan - Memahami keterhubungan ekosistem bumi 

● Akhlak bernegara Dalam elemen ini seorang murid mampu menunjukkan: - melaksanakan hak dan kewajiban sebagai warga negara.

2. Berkebinekaan Global Murid dengan dimensi profil ini merupakan seorang murid yang berbudaya, memiliki identitas diri yang matang, mampu menunjukkan dirinya sebagai representasi budaya luhur bangsanya, serta terbuka terhadap keberagaman budaya daerah, nasional, global. Hal ini dapat diwujudkan dengan kemampuan berinteraksi secara positif antar sesama, memiliki kemampuan komunikasi interkultural, serta mampu memaknai pengalamannya di lingkungan majemuk sebagai kesempatan pegembangan dirinya. Berikut beberapa elemen dan sub elemen dari dimensi Berkebinekaan Global: 

● Mengenal dan menghargai budaya Dalam elemen ini berarti seorang murid mampu: - Mendalami budaya dan identitas budaya - Mengeksplorasi dan membandingkan pengetahuan budaya, kepercayaan, serta praktiknya - Menumbuhkan rasa menghormati terhadap keanekaragaman budaya 

● Komunikasi dan interaksi antar budaya Dalam elemen ini berarti seorang murid mampu menunjukkan: - Berkomunikasi antar budaya - Mempertimbangkan dan menumbuhkan berbagai perspektif 

 ● Refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan. Dalam elemen ini berarti seorang murid mampu menunjukkan: - Melakukan refleksi terhadap pengalaman kebinekaan - Menghilangkan stereotip dan prasangka - Menyelaraskan perbedaan budaya 

● Berkeadilan Sosial. Dalam elemen ini seorang murid mampu: - Turut serta aktif, membangun masyarakat yang adil, inklusif dan berkelanjutan - Berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan bersama - Memahami peran individu dalam demokrasi.

3. Gotong Royong Seorang murid yang memiliki dimensi Gotong Royong berarti murid tersebut mampu berkolaborasi dengan orang lain dan secara proaktif mengupayakan pencapaian kesejahteraan dan kebahagiaan orangorang yang ada dalam masyarakatnya. Murid tersebut juga sadar bahwa Ia tidak hidup sendiri, memiliki kesadaran diri sebagai bagian dari kelompok, sehingga perlu ada usaha dari dirinya untuk membantu pencapaian kebahagiaan kelompoknya. Berikut beberapa elemen dan sub elemen dari dimensi Gotong Royong: 

● Kolaborasi Dalam elemen ini berarti seorang murid mampu menunjukkan: - Kerjasama - Berkomunikasi untuk mencapai tujuan bersama - Menumbuhkan rasa saling ketergantungan positif (menyadari peran dirinya dan peran orang lain dalam kontribusinya dalam pencapaian tujuan kelompok) - Koordinasi Sosial (melakukan koordinasi demi pencapaian tujuan bersama) 

● Kepedulian Dalam elemen ini berarti seorang murid mampu menunjukkan atau memiliki: - Tanggap terhadap lingkungan - Persepsi sosial (memahami dan menghargai lingkungan sosialnya, untuk memunculkan situasi yang sejalan dengan kesejahteraan lingkungan sosialnya) 

● Berbagi (memberi dan menerima segala hal yang penting bagi kehidupan pribadi dan bersama)

4. Mandiri Seorang murid yang memiliki dimensi mandiri berarti murid tersebut mempunyai prakarsa atas pengembangan diri dan prestasinya dan didasari pada pengenalan kekuatan serta keterbatasan dirinya serta situasi yang dihadapi, dan bertanggung jawab atas proses dan hasilnya. Murid yang memiliki dimensi ini juga mampu mengelola dirinya sendiri (pikiran, perasaan, tindakan) untuk mencapai tujuan pribadinya ataupun tujuan bersama. Berikut beberapa elemen dan sub elemen dari dimensi Mandiri: 

● Pemahaman diri dan situasi Dalam elemen ini berarti seorang murid mampu: - Mengenali kualitas dan minat diri serta tantangan yang dihadapi - Mengembangkan refleksi diri 

● Regulasi Diri Dalam elemen ini berarti seorang murid mampu: - Regulasi Emosi - Menetapkan tujuan dan rencana strategis pengembangan diri dan prestasi - Memiliki inisiatif bekerja secara mandiri - Mengembangkan kendali dan disiplin diri - Percaya diri, resilien dan adaptif 

 5. Bernalar Kritis Seorang murid yang memiliki dimensi Bernalar Kritis berarti murid tersebut mampu menggunakan kemampuan nalar dirinya untuk memproses informasi, mengevaluasinya, hingga menghasilkan keputusan yang tepat untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapinya. Murid tersebut mampu menyaring informasi, mengolahnya, mencari keterkaitan berbagai informasi, menganalisa serta membuat kesimpulan berdasarkan informasi tersebut. Dimensi ini juga berarti keterbukaan terhadap berbagai macam perspektif ataupun pembuktian baru (termasuk pada pendapatnya semula yang digugurkan oleh pembuktian baru ini). Keterbukaan ini pun mampu bermanfaat dalam kehidupan murid di masa mendatang karena menumbuhkan murid yang terbuka, mau mengubah pendapatnya, serta menghargai pendapat orang lain. Berikut beberapa elemen dan sub elemen dari dimensi Bernalar Kritis: 

● Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan Dalam elemen ini berarti seorang murid mampu: - Mengajukan pertanyaan (untuk mengumpulkan data yang akurat) - Mengidentifikasi, mengklarifikasi dan mengolah informasi dan gagasan 

● Menganalisa dan mengevaluasi penalaran 

● Merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya sendiri.

6. Kreatif Seorang murid yang memiliki dimensi kreatif berarti mampu memodifikasi, menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak untuk mengatasi berbagai persoalan baik untuk dirinya sendiri ataupun untuk lingkungan di sekitarnya. Berikut beberapa elemen dan sub elemen dari dimensi Kreatif: 

● Menghasilkan gagasan yang orisinal 

 ● Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal 

 ● Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan Dalam usaha mewujudkan Profil Pelajar Pancasila ini, tentunya perlu peran pendidik untuk menuntun anak serta menumbuhkan berbagai karakter/nilai yang dijabarkan. 

Peran pendidik yang pertama dalam terkait dengan Profil Pelajar Pancasila ini adalah mengenali dan menjalankan profil ini terlebih dahulu. Ketika seorang pendidik mencoba menjalankan profil ini, maka akan lebih mudah bagi murid untuk mengikutinya. Keteladanan seorang guru dalam menjalankan ini pastinya akan dilihat dan kemudian dipelajari oleh para murid. Profil Pelajar Pancasila ini juga tidak hanya diajarkan dalam mata pelajaran tertentu, namun terintegrasi dalam muatan pembelajaran. Ini berarti cakupan materi dan program yang akan diberikan kepada murid untuk dipelajari dalam proses pembelajaran mampu memunculkan aspekaspek Profil Pelajar Pancasila dalam tiap mata pelajaran. Demi mewujudkan Profil Pelajar Pancasila ini dibutuhkan pendidik yang mumpuni dalam menjadi teladan dan menciptakan perubahan. Oleh karena itu, Program Guru Penggerak ini ada untuk melengkapi Bapak/Ibu sekalian agar menjadi Guru Penggerak yang berfokus pada pembentukan Profil Pelajar Pancasila. Jika dikaitkan dengan materi pada bagian A mengenai pembentukan nilai diri, Profil Pelajar Pancasila adalah karakter yang diharapkan muncul pada segenap murid di Indonesia. Keenam karakter tersebut tercerminkan melalui perilaku sehari-hari yang akhirnya menjadi kebiasaan. Untuk mendukung tercapainya karakter ini, setiap guru perlu menanamkan nilainilai dan pola pikir sebagai penuntun atau pamong. Nilai-nilai ini bisa berkembang jika seorang guru penggerak mengaktifkan otak luhurnya agar bisa berpikir strategis dan kreatif dalam menjalankan peran sebagai guru penggerak. Peran-peran ini akan dijabarkan dalam bagian berikutnya




Suparman

CGP Angkatan 4 Kabupaten Brebes

Sekelumit Kisah Guru Penggerak

Sekelumit perjalanan saya ketika mengikuti program guru penggerak angkatan 4 Kabupaten Brebes.

Berikut Dokumentasinya.















WARGA PATUNGAN UNTUK MEMBANGUN JALAN YANG TAK KUNJUNG DI PERBAIKI.

 Swadaya Masyarakat Bangun Jalan Desa Cinanas, Pemerintah Dinanti Tak Kunjung Turun Tangan Brebes – Warga Dukuh Karang Sengon, Desa Cinanas,...